FANS CORNER

OEVANK (Supar/ Opank)

We are brothers

If one brother get waro

All brothers get waro

If one brother happy

All brothers happy

Do not forget about happiness...

-Suparisme-

 

Untuk member corner kali ini kami akan menyajikan hal yang berbeda dari biasanya. Jika biasanya kami menggunakan semua info yang ada dari wawancara langsung, kali ini kami menggunakan cara indirect, yaitu dari sedikit pertanyaan dasar dari narasumber langsung menggunakan komunikasi jarak jauh, maupun beberapa literatur dan juga jejak-jejak yang ditinggalkan narasumber selama dia hidup di dunia ini.

Fans Veteran yang memiliki nama asli I Nyoman Supardjana Utama Sutanda ini telah memulai karir idollingnya sejak JKT48 masih sering perform di lapangan-lapangan parkir beberapa mall dalam berbagai macam acara musik di Indonesia. Aktivis Kaskus ini mulai memilih Nabilah sebagai oshi pertamanya dan mulai merambah ke Ayana. Setelah generasi kedua ada, dia lalu mulai menambahkan Cindy Yuvia kedalam daftar oshi dengan alasan, “Lah luchuk yak, ultahnya juga sama ama gw!”

Pria yang lahir pada tanggal 14 januari dengan tahun kelahiran yang masih dipertanyakan ini (Berbagai sumber menyebutkan 1890, 1790, dan 990 M, red) adalah inspirasi utama dibentuknya gerakan Suparisme. Karena ketulusannya dan kesederhanaannya ini, beberapa orang tergerak untuk membentuk kelompok dan menamakan diri mereka Suparisme. Supar, sebagai simbol Idolling untukk hobby dan kesenangan, waro untuk semua orang.

Pemilik tahi lalat sebesar 2x1 mm di siku tangan kanan bagian dalam ini pernah membicarakan mengenai Cindy Yuvia, berikut rangkuman beberapa perkataan dia mengenai Yupi, “ Agak kasihan pas dulu ngeliat Yupi sering banget dihujat, dihina, dicemooh bahkan untuk sesuatu yang bukan keharusan dia memikul itu semua... tapi kalo ngeliat perkembangan Yupi sekarang jadi ikut seneng dan bahagia, dia mampu membuktikan dirinya emang pantas berada di bawah spotlight. Suka geli kalo ngeliat orang-orang yang dulu ngehina dia sekarang malah gesrek liat Yupi. Wkkkwkwk!” Berikut ini kutipan perkataan dia mengenai harapannya kepada Yupi dari sumber yang dirahasiakan, “Yupi... yaaaah, sapa sie yg gak mau oshinya jadi lebih baek dan lebih kompeten dri sebelumnya?! Udah gtu aja sie, yg penting mah jan aneh-aneh ae~”

Menurut salah satu anggota Suparisme, Supar pernah berceloteh mengenai CDL, “Kata Supar, CDL itu penbes mantab djiwa. CDL yg sekarang juga makin waah gila! Supar menghimbau para pengurus CDL untuk selalu kompak dan bersahaja dan satu pesan dari Supar, katanya awas ae lu ntar ngisengin gw pas gw MVP ke Yupi!!”, tutur anggota Suparisme. Sayangnya kami memang ingin melakukan sesuatu yang menyenangkan untuk saudara Supar di hari MVP nya nanti dan pasti akan kami laksanakan.

Dari berbagai sumber informasi yang kami dapat, kami berkesimpulan, Supar, sebagai simbolisasi Suparisme, tidak mau ngidol dijadikan tujuan hidup atau tujuan lainnya dan alasan seseorang untuk pembenaran suatu masalah dalam bentuk apapun, tapi idolling dalam bentuk murninya; Apply, Verif, Datang, Gesrek, Pulang.

Berikut beberapa footage yang penulis dapatkan ketika mencari beberapa literatur mengenai Supar dan Suparisme:

Picture 01. Persiapan Proklamasi di rumah Laksamana Tadashi Maeda bersama Sutan Sjahrir, Bung Karno, dan Bung Hatta pada tanggal 16 Agustus 1945

 

Picture 02. Pembacaan Teks Proklamasi di rumah Bung Karno di Jl.Pegangsaan Timur 56, Jakarta Pusat pada tanggal 17 Agustus 1945

 

Picture 03. Bersama Bung Karno saat dilangsungkannya Sidang Kabinet pada tahun 1964

 

-T-